Jumat, 10 April 2009


PENTINGNYA MEMAHAMI
CARA BELAJAR SISWA
Oleh: Joko Alip Gunarso,S.Pd


Berdasarkan pengamatan kita sehari – hari dalam proses pembelajaran, secara jelas bahwa keberadaan kemampuan belajar siswa dalam suatu kelas tentunya tidak sama. Siswa yang pandai didalam mata pelajaran matematika dan fisika belum sama pandainya dalam mata pelajaran sejarah. Dalam hal ini setiap individu memiliki kemampuan, minat, motivasi, maupun kecerdasan yang beragam. Demikian pula dengan cara belajar atau yang lebih dikenal dengan gaya belajarnya, sebagian orang belajar lebih baik dengan satu cara tertentu sedangkan sebagian yang lain dengan cara yang lain pula. Misalnya dengan cara berkelompok dan sebagian orang suka belajar sambil duduk dikursi, sambil berbaring, mendengarkan radio/musik, berorientasi pada teks, dengan berinteraksi atau yang lain.
Adapun yang perlu disadari oleh guru saat pembelajaran berlangsung adalah gaya belajar guru mungkin bukan merupakan gaya belajar siswa yang diajarkan. Menurut (Hernacki M dan De Porter B,2002) gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaiman ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengambil informasi. Untuk siswa Visual belajar melalui apa yang mereka lihat, siswa Auditorial melakukannya melalui apa yang mereka dengar, dan siswa Kinestetik belajar melalui gerak dan sentuhan.
Sedangkan pada kenyataan yang ada, tidak mungkin mengelompokkan gaya belajar siswa secar terpisah-pisah. Tidak seorang siswa pun dapat dikategorikan mempunyai gaya belajar tertentu secara tepat. Walaupun masing-masing siswa belajar dengan menggunakan ketiga gaya belajar yang ada pada tahapan tertentu namun pada umumnya seseorang akan lebih cenderung pada salah satu diantara ketiganya. Untuk itu guru dapat membantu siswa menumbuhkan kesadaran akan kecenderungan gaya belajarnya melalui: (!) pengamatan, (2) mengajukan pertanyaan, (3) melakukan karakterisasi dan (4) memperhatikan perilaku siswa. Sebagian guru seringkali menemui bahwa prestasi siswa kita pada saat dibangku SMP sangat baik namum setelah disekolah menengah atas bahkan diperguruan tinggi mulai gagal. Hal ini sering terjadi pada beberapa siswa, namun mereka tidak mengerti apa yang membuat mereka tidak mampu. Masalahnya mungkin adanya ketidakcocokan antara gaya belajar siswa dengan gaya mengajarnya guru. Untuk mengatasi hal ini alangkah baiknya setiap pembelajaran yang berlangsung , kita mengenal setiap perbedaan gaya belajar yang dimiliki siswa kita. Dengan mengetahui gaya belajar mana yang paling cocok dan membuat berhasil seorang siswa dalam mencapai kompetensi dasar yang sudah ditentukan maka kita dapat membantu siswa kita mengembangkan gaya belajar yang lain. Dengan maksud jika mereka dihadapkan pada gaya mengajar guru yang berbeda dengan gaya belajar yang dimilikinya mereka dapat beradaptasi.
Adapun gaya belajar siswa dapat dikembangkan dengan cara:
a) Untuk siswa dengan gaya belajar Visual, maka kita dapat mengembangkan cara-cara auditorial dan kinestetik dengan berbicara mengenai berbagai hal dan melakukannya dengan gerak tubuh yang artinya jika siswa telah selesai mendengarkan informasi dari guru maka siswa tersebut disuruh menceritakan informasi dari penjelasan guru tersebut kepada temannya secara rinci dengan menggunakan tangan dan tubuhnya untuk menekankan hal-hal yang penting.
b) Untuk siswa dengan gaya belajar auditorial, maka cara mengembangkannya adalah dengan membuat peta pikiran, menggunakan warna, symbol, grafik, menempelkan catatan pengingat seperti gaya belajar visual dan menggunakan gerakan tubuh/model untuk mendemonstrasikan seperti gaya belajar siswa kinestetik.
c) Untuk siswa kinestetik, maka kita dapat mengembangkan cara-cara auditorial dan visual, dengan cara membantu mereka membuat peta konsep, menggambarkan sesuatu dengan menggunakan berbagai warna, mencoba menceritakan kembali yang dilihat, didengar maupun dilakukan.
Namun yang paling sulit adalah mengatasi gaya belajar siswa kinestetik, secara umum mereka memiliki ciri-ciri: berbicara singkat, sulit dipahami, sering menggunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah dari kata-kata, tidak pandai menulis, tidak pandai menggambar, sering gelisah, sering pindah tempat duduk, sulit berkonsentrasi. Sementara itu siswa dalam satu kelas sangat majemuk, dan pada umumnya siswa kinestetik hanya ditemukan satu atau dua siswa didalam kelas. Untuk itu seorang guru harus pandai-pandai menyikapi dengan bijaksana dan kearifannya. Jika kita temukan siswa yang demikian kita tidak boleh ikut emosional atau bahkan membuat siswa tersebut terisolir dalam pergaulan maupun mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah karena dianggap mereka tidak pernah mengikuti pelajaran dengan baik. Memahami keberadaan mereka sangatlah penting terutama untuk: mengatasi berbagai masalah pembelajaran seperti apa yang perlu dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya dan bagaimana memperlakukannya. Jangan dikira bahwa mereka tidak memiliki kecerdasan, Christiano Ronaldo (Man.U), Francesco Totti (AS.Roma), Didier Drogba (Chelsea), Lionel Messi (Barcelona) yang dikagumi orang diarena sepak bola adalah contoh mereka yang memiliki kecerdasan dalam bidang kinestetik.
Oleh karena itu dengan mengetahui gaya belajar masing-masing siswa secara individu maka sebagai guru akan lebih mudah memahami mereka dan membuat mereka memahami kita. Semakin akrab siswa kiata dengan gaya belajar yang dimiliki semakin mudah untuk mengambil langkah-langkah penting untuk membantu kesulitan belajar yang dialami dengan cara yang lebih cepat, mudah dan efektif.
Penulis adalah guru SMP N 3 Rejoso, Nganjuk

Email : suarabelabangsa@yahoo.co.id / suarabelabangsa@plasa.com





Artikel


Tes

Pendahuluan

Kamis, 05 Juni 2008